Selasa, 29 April 2014

5 Inspirasi Desain Modern untuk Taman Belakang

Anda bingung bagaimana desain untuk taman belakang rumah? Berikut ini 5 desain taman belakang modern nan indah yang bisa dijadikan inspirasi.

5 Inspirasi Desain Modern untuk Taman Belakang
iDEAonline.co.id -  Anda mempunyai halaman belakang yang cukup luas? Kalau begitu, Anda bisa memanfaatkannya untuk dijadikan taman yang dapat membawa kesejukan di sekitar rumah.  Taman di belakang rumah yang sejuk dan indah dapat memberi alternatif tempat yang tepat untuk melepas letih dan jenuh setelah seharian beraktivitas.
Namun, untuk merancangnya pun tak bisa sembarangan. Selain untuk menyejukkan udara dan suasana sekitar rumah, taman rumah juga bermanfaat jika saat cuaca sedang panas. Taman dapat memberikan kesejukan, begitu pula pada sore hari, taman di bagian belakang rumah pun dapat digunakan untuk kumpul bersama keluarga.
Bagi Anda yang masih bingung untuk mendesain taman belakang agar suasana sejuk semakin tercipta. Berikut ini 5 inspirasi desain taman belakang yang modern nan indah.
1. Berubin porselin dan kayu
1
Taman di atas, sangat mencerminkan sebuah lanskap taman rumah yang modern. Bagaimana tidak, taman ini menggunakan kayu, ubin porselin, rumput dan berbagai jenis tanaman. Selain itu, tak ketinggalan penambahan air mancur yang kecil, semakin membuat taman terlihat indah bukan?
2. Menempatkan meja makan
2
Tak ada salahnya jika, Anda menambahkan meja makan di taman belakang rumah. selain menguatkan kesan nyaman, Anda juga bisa mendapatkan suasana berbeda saat menyantap makanan. Terlebih dengan adanya kolam renang, membuat pemandangan semakin indah.
3. Sentuhan artistik
3
Desain taman belakang  berikut ini sangat cocok dengan tema rumah. keduanya sangat terlihat serasi dengan satu tema, yaitu modern. Adanya sentuhan artistik indah serta penempatan tanaman yang baik membuat taman ini terlihat begitu indah.
4. Kursi menggantung
4
Salah satu cara agar tampilan taman belakang rumah menjadi unik, Anda bisa menempatkan tiga kursi yang menggantung satu ini.
5. Pencahayaan lampu
5
Pencahayaan yang tepat menjadi salah satu aspek terpenting untuk masalah desain. Salah satunya desain taman berikut ini yang kreatif. Dengan menempatkan banyak jenis tanaman dan tak lupa penambahan lampu taman. Tak hanya memberikan kesan nyaman nan indah, namun menambah kesan eksotis.
Sumber: desainic.com

Eksterior

Cantik dengan Puzzle Batu Bali
Pemasangan batu bali  pada dinding ini tidak rapi, tapi justru itulah yang membuatnya terkesan menarik
Cantik dengan Puzzle Batu Bali
iDEAonline.co.id - Layaknya menyusun puzzle , batu bali  ditempatkan pada bagian luar rumah ini. Fasad rumah ini jelas bertemakan arsitektur tropis. Permainan material alam seperti batu dan kayu jelas menggabarkan iklis tropis yang hangat.
Batu bali dipotong-potong lalu ditempelkan pada bagian depan rumah ini. Potongan batu sengaja dibuat tidak beraturan. Menciptakan kesan berantakan, namun indah. Selain itu, potongan batu tesebut terdiri dari beberapa warna yang berbeda, memperlihatkan irama permainan warna. Penggunaan lampu sorot, membuat tekstur batu terlihat lebih jelas, sehingga deretan batu bali  ini jelas terlihat tidak monoton.

r-luar-batualamTRI_03
Material kayu digunakan pada pintu dan sebagi penutup ceiling . Sifat batu yang mendinginkan, diseimbangkan dengan penggunaan material kayu yang berkesan hangat. Kayu kemudian diberi plitur warna cokelat.

r-luar-batualamTRI_05
Foto        :   Tri
Sumber   : Dok.iDEA
http://www.ideaonline.co.id/iDEA2013/Eksterior/Fasad/Cantik-dengan-Puzzle-Batu-Bali

Rabu, 02 Oktober 2013

Definisi Perencanaan Menurut Para Ahli

Perencanaan
  1. Definisi Perencanaan
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain -pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan - tak akan dapat berjalan.

Definisi perencanaan menurut beberapa para ahli :
  1. Garth N.Jone, Perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pengembanngan dari pada tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas.
  2. M.Farland, Perencanan adalah suatu fungsi dimana pimpinan kemungkinan mengunakan sebagian pengaruhnya untuk mengubah daripada wewenangnya.
  1. Abdulrachman (1973), Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan kemudian.
  2. Siagian (1994), Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penetuan secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian yang telah ditentukan.
  3. Terry (1975), Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu.
  4. Kusmiadi (1995), Perencanaan adalah  proses dasar yang kita gunakan  untuk memilih tujuan-tujuan dan menguraikan bagaimana cara pencapainnya.
  5. Soekartawi (2000), Perencanaan adalah pemilihan alternatif atau pengalokasian berbagai sumber daya yang tersedia.
Perencanaan bertujuan untuk:
  1. Standar pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaannya.
  2. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan.
  3. Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya maupun kuantitasnya.
  4. Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan.
  5. Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat, biaya, tenaga, dan waktu.
  6. Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan.
  7. Menyerasikan dan memadukan beberapa subkegiatan.
  8. Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui.
  9. Mengarahkan pada pencapaian tujuan.
Manfaat Perencanaan
  1. Standar pelaksanaan dan pengawasan
  2. Pemilihan berbagai alternative terbaik
  3. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan
  4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
  5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
  6. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan,
  7. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.
Jenis Perencanaan
  • Jenis perencanaan menurut prosesnya
    1. Policy Planning
Suatu rencana yang memuat kebiajkankebijakansaja, tentang garis besar atau pokok dan bersifatumum. Mengenai apa dan bagaimana melaksanakan kebijakanitu tidak dirumuskan. Contohnya ada pada GBHN.
    1. Program Planning
Merupakan perincian dan penjelasan dari pada policy planning. Dalam perencanaan ini biasanya memuat, hal-hal berikut:
  • Ikhtisar tugas-tugas yang harus dikerjakan
  • Sumber-sumber dan bahan-bahan yang dapat digunakan
  • Biaya, personalia, situasi dan kondisi pekerjaan
  • Prosedur kerja yang harus dipatuhi
  • Struktur organisasi yang harus dipenuhi
      3. Operational Planning (perencanaan kerja)
Suatu perencanaan yang memuat hal- hal yang bersifat teknis seperti cara-cara pelaksanaan tugas agar berhasil mencapai tujuan yang lebih tinggi. Hal-hal yang seringkali dimuat dalam perencanaan ini adalah: Analisa dari pada program perencanaan
  • Penetapan prosedur kerja
  • Metode-metode kerja
  • Tenaga-tenaga pelaksana
  • Waktu, dan sebagainya
  • Jenis perencanaan menurut jangka waktunya
1. Long Range Planning
Perencanaan jangka panjang yang dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun.
2. Intermediate Planning
Perencanaan jangka menengah yang waktu pelaksanaanya membutuhkan waktu antara 1 hingga tiga tahun
3. Short Range Planning
Perencanaan jangka pendek yangpelaksanaannya membutuhkan waktu kurang dari 1 tahun
  •    Jenis perencanaan menurut wilayah pelaksanaannya
1. National Planning
Rencana yang diperuntukkan bagi seluruh wilayah Negara
2. Regional Planning
Rencana untuk suatu daerah.
3. Local Planning
Rencana untuk suatu daerah yang sangat terbatas.

sumber: http://edwinnisme.wordpress.com/2011/11/28/perencanaan/

Selasa, 25 Juni 2013

Peta Administrasi Kabupaten Aceh Barat Daya

Narasi Peta  
Judul Peta
Peta Administrasi Kabupaten Aceh Barat Daya
Tahun
2013
Sofhware
ArcGIS 10.0
Ukuran Kertas
A3 – Landscape
Skala
1 : 225.000
Proyeksi
Geodetic/Longitude-Latitude
Sistem Grid
Grid Geografi
Datum
World Geodetic System 1984 (WGS 84)
Zona
-


sumber : petatematikindo.wordpress.com/2013/04/21/administrasi-kabupaten-aceh-barat-daya/

Jumat, 26 Oktober 2012

SKETSA

gambar Sketsa :
Redesain Kampus UMUHA Aceh

Detail Perspektif  1
 Detail Perspektif 2
 Detail Perspektif 3
 Detail Perspektif 4
Detail Perspektif  5

Tip 77 Desain Tangga: dari Teknik Dasar, Mezzanine sampai Contoh Unik

Tangga dan pencahayaan Cara mendesain tangga. Foto tangga yang inspiratif. Desain tangga (atau secara umum arsitektur dan interior) adalah perpaduan kecermatan matematis dan cita rasa seni. Desain yang baik dimulai dengan perhitungan matematis yang sempurna. Kalau Anda salah menghitung secara persis jumlah/tinggi anak tangga, serta kebutuhan ruang untuk tangga, rumah menjadi tidak nyaman. Cita rasa seni akan membuat tangga menjadi ornamen interior rumah yang menawan.
Ringkasnya. Tip kali ini berisi panduan dasar teknik desain tangga. Disertai contoh untuk inspirasi interior rumah.


Tangga yang Ergonomik
Artinya, tangga harus nyaman dipakai. Orang tidak merasa capek naik tangga. Idealnya, tinggi anak tangga 20 cm. Tentu dapat diberi toleransi. Tetapi lebih dari 25 cm akan membuat orang lama-lama cepat lelah. Lebar anak tangga setidaknya 25 cm. Agar cukup untuk tapak kaki. Kurang dari itu membahayakan. Sementara panjang anak tangga yang nyaman untuk lalu lalang minimal 0,9-1 meter.



Gambar Elevasi (elevation) tangga

Tinggi (rise) dan lebar anak tangga (run) harus konsisten. Semua anak tangga harus mempunya ukuran tinggi dan lebar yang sama persis. Karena itu perhitungan harus dilakukan sejak awal desain. Yang harus dihitung adalah tinggi lantai atas dan tinggi lantai bawah (elevation). Bagilah elevation dengan tinggi anak tangga. Misalnya tinggi lantai 2 adalah 3m. Dan tinggi anak tangga 20 cm. Maka dibutuhkan. Anak Tangga: 300/20= 15 anak tangga.
Selanjutnya Anda harus juga menentukan berapa luas ruang yang dibutuhkan untuk tangga. Kalau lebar anak tangga adalah 25. Maka total panjang ruang yang dibutuhkan adalah 25×15 = 3,7m. Total ruang yang dibutuhkan adalah 1m (panjang anak tangga) x 3,7m = 3,7m2. Ini kalau asumsinya tangga berbentuk lurus saja seperti gambar di atas.
Pengembangan Bentuk Tangga
Bentuk tangga dapat mengikuti ruang. Jadi tangga tidak selalu berbentuk lurus. Tangga dalam rumah dapat berbentuk L atau U. Denah tangga bentuk L saya perlihatkan dalam gambar berikut ini.. Pemanfaatan denah tangga L dalam rumah bisa dilihat dalam contoh rumah di Tip 70.


Layout tangga bentuk L

Yang paling populer adalah tangga bentuk U karena lebih ringkas. Tangga U dapat sangat fleksibel tergantung ruang. Lihat layout berikut.

Gambar Elevasi dan gambar Denah Tangga bentuk U

Untuk memastikan presisi tangga Anda dapat membuat gambar elevasi dan gambar denah. Saya tampilkan dua contoh sederhana. Asumsi elevasi adalah 2,85 M. Jumlah anak tangga 15. Pada gambar pertama, luas ruang yang dibutuhkan 2,08 m X 3,275 m Sementara pada gambar kedua luas ruang yang dibutuhkan 2,85 x 2,1m. Ingatlah sekali lagi bahwa bila tinggi lantai berubah menjadi 3m, jumlah anak tangga, dan kebutuhan ruang juga akan berubah.

Tangga dan Mezzanine
Bentuk tangga U juga dapat dikembangkan menjadi mezzanine. Yaitu ruang antara lantai 1 dan 2. Mezzanine dalam rumah merupakan pemberhentian sejenak. Di mezzanine Anda dapat menempatkan ruang keluarga, atau ruang baca. Pada contoh di bawah ini saya memperlihatkan sebuah mezzanine yang difungsikan sebagai ruang belajar. Pada sisi sebelah kiri saya tampilkan gambar denah tangga dan mezzanine. Sedang pada gambar sebelah kanan adalah gambar sketsa dari mezzanine dan tangga.

 
Tangga dan Mezzanine

Perpaduan antara mezzanine dan tangga ini cocok diterapkan dalam rumah dengan lahan terbatas namun kebutuhan ruangnya banyak
Tangga dan Pencahayaan
Area tangga harus mendapat sinar matahari yang cukup dari lantai 2. Jika tidak, area tangga akan lembab dan menimbulkan kesan seram atau muram. Perhitungkan agar sinar matahari dapat masuk ke area tangga. Hal itu dapat dilakukan dengan membuat jendela dengan kaca mati di dinding atau glassblock/genting kaca pada atap rumah.
Tangga dan pencahayaan
Pada foto di atas saya memperlihatkan pencahayaan di salah satu proyek kami. Gambar sebelah kiri memperlihatkan pencahayaan dari dinding. Gambar tengah memperlihatkan cahaya alam yang masuk lewat glass block pada atap dak. Pencahayaan alami yang didesain sejak awal dapat berfungsi bak lighting pada hiasan dinding dekat tangga. Efeknya, cahaya matahari memperkuat hiasan dinding sebagai focal point di area tangga dengan cara yang menakjubkan. Desain pencahayaan alami yang diperhitungkan sejak awal saya perlihatkan dalam Tip 75 (klik)
Tangga dan Interior
Dalam beberapa foto berikut saya memperlihatkan bagaimana tangga dapat menjadi ornamen interior yang eksotik sekaligus fungsional. Di tangan seorang arsitek yang desainer atau desainer interior tangga tidak hanya fungsional tetapi juga indah. Tangga yang didesain dengan baik dapat menjadi bagian dari interior rumah yang menawan. Lihatlah contoh-contoh berikut ini.

Tangga yang berfungsi juga sebagai storage (ki) dan tangga yang dikombinasi dengan rak buku (ka)

Tangga dengan gaya country, dan tangga dengan susunan balok segitiga dari kayu olahan
Tangga putar yang menawan cocok untuk kantor/ruko
Lantai bawah untuk ruang layanan sedang lantai atas untuk kantor atau back office

sumber : http://annahape.com

Kamis, 03 Mei 2012

LANDMARK, VISTA, DAN FOCAL POINT

iKeberadaan suatu kota atau kawasan dipengaruhi oleh citra kawasan tersebut. Manusia secara alami akan mengingat suatu tempat dimana mereka merasa nyaman. Hal tersebut yang menyebabkan terjadinya persebaran manusia di seluruh dunia. Persebaran yang terjadi berkembang menjadi suatu kebudayaan yang berbeda-beda dipengaruhi beberapa faktor sehingga setiap kawasan mempunyai ciri khas tersendiri dibanding kawasan lainnya.

Pada masa modern, justru manusia membuat perbedaan kawasan secara sengaja untuk menunjukkan eksistensi dan karakter dari kawasan tersebut. Keadaan geografis masing-masing kawasan yang berbeda-beda menyebabkan ciri khas suatu kawasan tidak hanya dapat dilihat dari unsur alam, namun juga tata kota dan bangunan.

Saat ini dikenal unsur-unsur yang membentuk ciri suatu kawasan. Meskipun terkadang mempunyai sedikit kesamaan dengan kawasan lain yang berdekatan. Unsur pembentuk karakter kawasan diantaranya adalah landmarks, vistas, dan focal points.

I. Landmarks
Landmark secara umum dapat diartikan sebagai penanda. Dalam suatu kawasan keberadaan suatu landmark berfungsi untuk orientasi diri bagi pengunjung. Landmark dapat berupa bentuk alam seperti bukit, gunung, danau, lembah, dan sebagainya. Dalam perkembangannya, landmark dapat berupa gedung, monumen, sculpture, tata kota, alur jalan, dan vegetasi.

Menurut wikipedia Indonesia : “landmark  adalah sesuatu  objek geografis yang digunakan oleh para pengelana sebagai penanda untuk bisa kembali ke suatu area. Dalam konteks modern hal tersebut bisa berwujud apa saja yang bisa dikenali seperti monumen, gedung ataupun sculpture lain.”

Sedangkan menurut buku Perancangan Kota Secara Terpadu (Markus Zahnd, 2006) : “Landmark adalah titik referensi seperti elemen node, tetapi orang tidak masuk ke dalamnya karena bisa dilihat dari luar letaknya. Landmark adalah elemen eksternal dan merupakan bentuk visual yang menonjol dari kota.”

Keberadaan landmark suatu kawasan sangat penting saat ini. Ditengah maraknya perkembangan global lewat kebebasan informasi, gaya bangunan dan tata kota menjadi serupa satu sama lain. Gaya bangunan secara arsitektural merupakan gaya yang berlaku di seluruh dunia. Meskipun dalam aplikasinya saat ini mulai dikembalikan pada kearifan lokal, namun kemiripan gaya tersebut sedikit mengaburkan ciri khas dari suatu kawasan.

A. Landmark mempermudah manusia dalam mengenali tempat berpijak.
Ketika kita mengunjungi suatu kawasan yang belum pernah kita kenal ataupun kita kunjungi, kita akan mencari sesuatu yang dapat kita jadikan sebagai acuan awal yang menjadi patokan kita untuk kembali apabila akan berkeliling kawasan tersebut. Acuan awal yang kita pilih pasti sesuatu yang mudah diingat, seperti tugu, taman kota, atau tempat kita pertama kali memasuki kawasan tersebut seperti gapura, bandara, terminal, dan sebagainya.
Dalam perancangan suatu kawasan, keberadaan acuan tersebut sangat penting. Tidak adanya acuan yang dapat digunakan akan membawa citra kurang baik bagi kawasan tersebut. Terlebih bagi pengunjung dari luar kawasan atau lebih sering disebut turis karena akan membuat bingung ketika mereka berkeliling dalam kawasan tersebut.

B. Hierarki suatu wilayah
Selain digunakan untuk penanda kawasan, keberadaan landmark juga sering digunakan sebagai hirarki suatu wilayah. Banyak contoh dimana suatu landmark kawasan menjadi titik penting dalam merencanakan tata kota, jalur transportasi, maupun hirarki kebudayaan. Sebagai contoh, keberadaan Tugu Yogyakarta yang saat ini menjadi ikonnya kota gudeg.

Jalan-jalan utama yang dibangun di kota Yogyakarta mempunyai pusat di Tugu Yogya. Seperti jalan menuju Kraton dan juga jalan antar kota seperti jalan menuju kota Solo, Magelang, dan Wates. Tugu merupakan persimpangan ketiga arah jalan tersebut.

Menurut sejarah memang Tugu Yogya digunakan pihak Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat sebagai salah satu elemen dalam pembentukan garis imajiner (garis yang tidak terlihat secara nyata) yang menghubungkan antara gunung Merapi, Tugu, Kraton Yogya, Panggung Krapyak dan Laut Kidul sebagai garis lurus. Hal ini menjadikan Tugu sebagai landmark kota Yogya mempunyai arti lebih daripada sekedar landmark kota sebagai bangunan cagar budaya. Di kawasan lain pun hal tersebut banyak dijumpai, baik dalam skala besar ataupun kecil.

C. Penunjuk arah
Dalam suatu kawasan maju yang mempunyai penduduk padat dan banyaknya bangunan baik hunian, komersial, pendidikan dan pemerintahan dibutuhkan sesuatu yang menjadi acuan untuk menemukan arah. Adanya landmark yang lebih menonjol daripada bangunan disekitar akan membantu untuk dapat menentukan arah tujuan. Acuan tersebut dapat berupa bangunan tinggi, jembatan layang (fly over), monumen tinggi, dan sebagainya. Aspek paling penting adalah acuan tersebut dapat terlihat menonjol daripada bangunan lainnya.

Pengunjung kota Paris akan lebih cepat menemukan arah ke Menara Eiffel karena ketinggian bangunan yang terlihat jelas. Begitu juga menara Petronas, World Trade Centre, dan bangunan tinggi lain di dunia. Disamping bangunan tinggi, keberadaan bukit atau gunung dari suatu kawasan akan memberi informasi arah yang jelas, seperti gunung Merapi yang berada di sebelah utara kota Yogyakarta.

D. Pembentuk Skyline
Bangunan dalam suatu kawasan memang memberikan warna pada wajah kota. Namun hal tersebut hanya jika dilihat dari sudut pandang yang memungkinkan. Begitu juga dengan ketinggian bangunan beraneka ragam, akan membentuk skyline dari kawasan tersebut. Ketinggian bangunan yang hanya dapat dilihat puncaknya saja akan memberi nilai artistik luar biasa bagi kawasan tersebut. Keunikan dari tata bangunan dapat menjadi landmark tersendiri bagi kawasan tersebut.

Selain menambah nilai artistik suatu kawasan, ketinggian bangunan yang berbeda-beda dapat memberikan informasi mengenai fungsi bangunan tersebut. Bentuk bangunan yang dapat terlihat jelas dari jarak jauh dapat mengindikasikan apakah suatu bangunan sebagai bangunan hunian, komersial, pemerintahan maupun fungsi lainnya. Dengan demikian akan mudah bagi pengunjung untuk menentukan arah dan sebagai penanda kawasan.

II. Vistas

 Arti vista secara harafiah berhubungan dengan view yang berarti pandangan sejauh yang dapat tertangkap oleh mata manusia. View hanya dapat dibatasi oleh sesuatu yang menghalangi.
View merupakan sesuatu yang sangat penting dalam perencanaan kawasan. Bagaimana suatu kawasan mempunyai nilai estetika yang baik sangat ditentukan oleh faktor view. Hal ini berhubungan dengan kontur, gaya bangunan, jalur jalan dan elemen-elemen lain seperti furniscape, taman kota, dan public area.

Vista yang berhubungan dengan path, edge, district, dan node akan sangat mempengaruhi citra kota. Path atau jalur yang vital seperti jalur transportasi menurut Kevin Lynch (Perancangan Kota Secara Terpadu (Markus Zahnd, 2006)) adalah sesuatu yang mewakili gambaran kota secara keseluruhan. Edge adalah batas wilayah yang dapat berupa dinding, sungai, atau pantai. District adalah kawasan kota dalam skala dua dimensi yang mempunyai kemiripan dalam bentuk, pola dan fungsinya. Node adalah sebuah titik temu berbagai aktivitas ataupun arah pergerakan penduduk kota, seperti persimpangan, pasar, square, dan sebagainya.


III. Focal Points

Berbeda dengan landmark, sebuah focal point mempunyai bentuk spesial yang berbeda dengan ke’monoton’an sekitar. Namun demikian focal point dapat juga berfungsi sebagai landmark ketika dapat dikenali dan mudah diingat keberadaanya. Tentu hal ini juga tergantung aspek lokasi. Suatu focal point tidak akan menjadi landmark ketika lokasinya tersembunyi.
Keberadaan focal point menjadikan suatu area menjadi ‘fresh’ karena adanya pemecah konsentrasi dari keseragaman yang membosankan. Manusia akan cenderung bosan dengan sesuatu yang sama secara terus menerus. Hal ini berlaku dalam tata ruang kota maupun dalam aktivitas lainnya, seperti bekerja, belajar, dan kegiatan sehari-hari.

Daftar Blog Saya