Sabtu, 22 Agustus 2009

Pengembangan Kemampuan Menggambar Perspektif untuk Mahasiswa Desain Interior

Contoh kasus yang mudah adalah dengan melakukan rendering pada gambar-gambar komik dan gambar foto wajah.

RENDERING
Rendering atau memberikan sentuhan akhir merupakan suatu cara untuk memberi nilai lebih pada sebuah gambar. Cara ini digunakan untuk memperjelas kedalaman dan membuat permukaan datar pada gambar agar terlihat lebih nyata. Hal terpenting untuk memahami tentang rendering adalah bahwa rendering merupakan teknik memunculkan pencahayaan ke dalam gambar untuk membuatnya terlihat lebih alami.


MEDIA RENDERING
Dengan mengunjungi toko alat-alat seni, kita dapat menemukan berbagai pilihan media untuk melakukan rendering, dari pensil warna sampai marker dan cat. Media yang tersedia memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itulah rendering kebanyakan membutuhkan sedikit perpaduan dari semua media yang tersedia, atau lebih dikenal dengan mix-media.

1.       Pensil Grafit. Media ini dapat digunakan untuk rendering gambar tidak berwarna atau hitam putih. Pensil grafit tersedia dari ukuran yang keras hingga yang lunak, mulai dari F, H, HB, B, 2B hingga 6B. Ukuran yang beragam ini sangat membantu dalam mengendalikan tekanan garis pada permukaan kertas. Pensil dapat digunakan untuk membuat tekstur dan pola material. Walaupun pensil dapat menghasilkan gambar yang sangat mirip dengan aslinya, namun tidak berlaku bila gambar tersebut akan diperbanyak; dalam hal ini di fotokopi. Media yang sangat baik untuk gambar yang akan diperbanyak adalah rapido, sedangkan menggunakan pensil adalah pilihan yang sangat buruk.

Contoh rendering menggunakan media pensil grafit 2B.
Garis-garis yang dihasilkan terlihat kasar,
namun dapat dengan mudah memainkan karakter garis dengan mengatur tekanan pensil.
(Yuni Maharani; personal art work)

2.       Pensil Mekanik. Bahan dasar pensil mekanik adalah minen dan karena minen terbuat dari karbon dan polimer, maka selain bisa digunakan untuk menggambar dengan rapi dan bersih di atas kertas gambar biasa, minen juga bisa dipakai untuk menggambar di atas kertas gambar transparan, kertas sintetik atau kertas film. Pensil mekanik memiliki beberapa ukuran kekerasan yaitu F, 5H film, 4H, 3H, 2H, H, H film, HB, HB film, B dan 2B, dengan ketebalan garis mulai bervarisi juga, ada yang 0,3 mm; 0,5 mm; 0,7 mm; 0,9 mm; 1,8 mm; 2 mm dan 3 mm. Pensil mekanik bisa langsung dipakai untuk menggambar maupun membuat sketsa sebelum ditebalkan dengan tinta. Penggunaan pensil mekanik mampu menghasilkan gambar yang tepat, jelas, rapi serta bersih.


 
Contoh rendering menggunakan media pensil mekanik.
Garis-garis yang dihasilkan lebih tajam dan detail.
 Efek gelap terang diperoleh dengan cara digosok.
(Laksmi Damayanti; personal art work)
 
3.       Rapido dan Drawing Pen. Pada masa lalu, ahli-ahli gambar menggunakan pena bilah atau track pen untuk mempertebal garis gambar. Namun jenis pena ini sudah ketinggalan jaman dan tidak praktis. Sebagai gantinya digunakan rapido (pena teknik) dan drawing pen (pena gambar). Media ini dapat menghasilkan garis yang sempurna dan tetap akan sama ketika diperbanyak menggunakan mesin fotokopi dan mesin cetak lainnya. Untuk membuat garis yang berkualitas, dapat menggunakan rapido ukuran 0.2 atau 0.3. Sayangnya, menggunakan rapido atau drawing pen dapat memakan waktu yang lama. Maka itu, penggunaan rapido atau drawing pen harus berhati-hati dan sebaiknya digunakan pada tahap akhir pada gambar yang sudah disketsa dengan pensil.

Sebaiknya tidak menggunakan rapido dengan ukuran 0.1 dan 0.2 pada permukaan kertas yang memiliki serat yang kasar, melainkan pada kertas yang memiliki permukaan licin seperti kalkir, kertas gloria dan kertas foto. Juga sebaiknya tidak menggunakan rapido dan drawing pen dengan kemiringan lebih dari 30o dari garis normal vertikal. Hal ini bertujuan untuk menghindari rusaknya mata rapido.

Dalam melakukan rendering dengan cara ini, penulis biasa menggunakan rapido merek RotringTM dan drawing pen merek SNOWMANTM.


4. Pensil Warna. Ada tiga macam pensil warna: pensil warna lilin, pensil warna minyak dan pensil warna cat air. Berdasarkan pengalaman penulis, pensil warna lilin merek Faber-CastellTM tipe Classic Colour dan Polychromos merupakan media yang paling baik untuk rendering berwarna pada kertas berserat kasar, karena sangat mudah digunakan, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak. Pensil warna dapat digunakan tanpa perpaduan media yang lain (tanpa mix-media), walaupun untuk mendapatkan warna dengan kualitas tertentu harus menggunakan beberapa lapis goresan/arsiran.

Menggunakan pensil warna tanpa dengan melakukannya berlapis-lapis atau melakukannya hanya dengan satu lapis arsiran, dapat mengakibatkan warna terlihat berpori. Ini dikarenakan serat kertas yang tidak rapat. Sehingga dianjurkan menggunakan minimal 3 (tiga) lapis arsiran dalam mewarnai menggunakan pensil warna. Caranya bisa dengan mengulang-ulang arsiran dengan mengubah arahnya, misalnya arsiran lapisan pertama mengarah ke kiri, arsiran lapisan kedua mengarah ke atas, arsiran lapisan ketiga secara diagonal dan seterusnya.

5. Art Marker, dikenal juga Studio Marker. Media ini biasanya digunakan sebagai warna dasar untuk kemudian dilapisi dengan media yang lain. Merek yang biasa dipakai adalah Marvy IllustratorTM dan Berol PrismacolorTM. Namun penggunaan marker yang kurang cermat dapat mengakibatkan rusaknya kualitas gambar, sehingga sebelum menggunakan marker harus diuji dulu warna yang akan digunakan. Kekurangan lainnya dari marker adalah bahan yang terkandung di dalamnya merupakan bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Media ini berisi cairan warna transparan berbahan alkohol atau xylene.

6. Soft Pastel. Media ini sangat berguna sebagai warna dasar juga pelapis marker dan pensil warna. Soft Pastel yang sudah dihaluskan dapat dicampur dengan bedak agar warna yang dimunculkan dapat lebih halus lagi dan juga sebagai penghematan. Pastel dapat dioleskan dengan menggunakan tisu atau kapas, pastel juga dapat dioleskan dengan ujung jari. Selain untuk mengoleskan, ujung jari juga dapat digunakan untuk memunculkan efek-efek gradasi dari pastel. Merek soft pastel yang paling sering digunakan adalah REEVESTM; selain kualitasnya bagus, merek ini juga terjangkau harganya.

Kelemahan media ini adalah tidak dapat digunakan pada gambar yang detail, karena akan terlihat kacau. Selain itu, soft pastel sangat mudah dihapus sehingga gambar yang jadi akan dengan mudah rusak bila tersentuh. Maka itu setelah selesai melakukan rendering yang di dalamnya terdapat soft pastel, dianjurkan untuk melapisi gambar tersebut dengan semprotan pelapis atau clear spray.

7. Cat Air yang transparan banyak digunakan oleh seniman dan ilustrator profesional untuk membuat hasil rendering yang indah. Namun sangat sulit penggunaannya dan benar-benar sangat menghabiskan waktu. Dengan latihan dan eksperimen yang baik, dapat mengembangkan kemampuan penggunaan cat air. Dikarenakan menghabiskan banyak waktu, cat air sangat jarang digunakan pada proses desain, namun sangat berguna pada presentasi akhir.
  
 

MIX-MEDIA
Mix-media yaitu memadukan beberapa media pewarna dalam satu gambar untuk memperoleh warna-warna atau efek-efek tertentu yang tidak dimiliki oleh salah satu media pewarna saja. Mix-media sangat dianjurkan untuk memperoleh warna-warna tertentu yang tidak terjangkau oleh salah satu media saja. Dari pengalaman penulis, mix-media yang paling optimal adalah penggunaan studio marker sebagai pewarna dasar dan pemberi efek gradasi, soft pastel sebagai warna dasar dan pelapis, pensil warna sebagai pewarna utama, serta pensil mekanik atau rapido dan drawing pen sebagai penegas garis atau gambar detail. Contoh mix-media tersebut dapat dilihat pada gambar-gambar berikut ini.

Pada gambar di atas penggunaan pensil warna adalah sebagai pewarna utama. Warna kulit menggunakan minimal tiga warna pensil warna dengan penggunaan studio marker untuk efek gelap atau bayangan. Efek kerutan dan gradasi pada baju dan rok Dinie menggunakan studio marker yang kemudian digosok pada area yang sudah terlebih dahulu diberi goresan pensil warna. Efek logam pada helm Marvin dengan menggunakan studio marker sebagai pewarna dasar, kemudian ditimpa dengan pensil warna dan studio marker lagi dengan warna yang lebih gelap dan kemudian ditimpa lagi dengan pensil warna yang lebih gelap juga. Drawing pen digunakan untuk memberi ketegasan garis dan outline pada gambar.


Teknik pewarnaan pada gambar di atas tidak jauh berbeda dengan gambar sebelumnya. Yang membedakannya adalah pewarna dasar pada gambar ini menggunakan soft pastel yang kemudian ditimpa oleh pensil warna dan studio marker. Resiko dari teknik pewarnaan ini adalah ketika menggoreskan studio marker di atas permukaan soft pastel dapat menyebabkan bubuk soft pastel ikut terbawa goresan yang dapat berakibat rusaknya warna, juga studio marker menjadi cepat habis atau rusak dikarenakan bubuk dari soft pastel tersebut.

Kamis, 20 Agustus 2009

Pengembangan Kemampuan Menggambar Perspektif untuk Mahasiswa Desain Interior

KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan data-data yang dikumpulkan untuk kemudian dianalisa dan dikembangkan, penulis memperoleh beberapa kesimpulan dan saran yang dapat digunakan oleh mahasiswa desain interior dalam mengerjakan gambar perspektif. Dalam mengerjakan sebuah gambar perspektif (satu maupun dua titik hilang) dengan cepat, tepat, tidak terukur namun proporsional, dapat dilakukan dengan cara

1.      Teknis

a.      Teknik menggambar
-          berlatih membentuk bidang kubus menggunakan metode perspektif satu, dua dan tiga titik hilang, untuk kemudian dikembangkan menjadi bentuk-bentuk lain yang lebih rumit
-          menentukan terlebih dahulu titik hilang pada bidang gambar, yaitu dengan cara memilih sisi ruangan yang mewakili keseluruhan ruangan yang akan digambar
-          menentukan obyek yang terdekat dengan pengamat sebagai acuan skala dimensi (garis ukur vertikal dan horisontal)
-          cara yang paling aman pada perspektif satu titik hilang adalah menempatkan titik hilang di tengah-tengah obyek, sedangkan pada perspektif dua titik hilang yaitu dengan cara menempatkan obyek terdekat dengan pengamat di tengah-tengah bidang gambar (tepat ditengah-tengah kedua titik hilang)
-          dianjurkan tetap menggunakan titik diagonal 45o untuk menggunakan pengukuran metode kubus
-          dapat menggunakan alat bantu penggaris segitiga sama sisi
-          untuk perspektif dua titik hilang dianjurkan posisi pengamat berada pada sudut 45o terhadap obyek, sehingga mudah dibagi dengan metode kubus
-          untuk gambar yang lebih detail dianjurkan menggunakan sistem free hand
-          untuk proses awal desain dan pengembangan desain sebaiknya menggunakan cara menggambar sistem kerja tebak
-          metode perspektif terukur sebaiknya digunakan pada saat presentasi akhir
-          sebelum menggambar perspektif akhir sebaiknya membuat sketsa terlebih dahulu

b.      Teknik rendering
-          mengerti tentang pencahayaan dan pengaruhnya terhadap objek pada gambar perspektif
-          menguasai media pewarna dengan baik, latihan dapat dilakukan dengan pencampuran warna untuk memperoleh warna yang diinginkan
-          dianjurkan tidak hanya menggunakan satu macam media dalam mewarnai (mix-media), melainkan menggunakan sedikitnya dua macam media misalnya soft pastel dengan pensil warna, atau pensil warna dengan studio marker
-          pada proses awal desain dan pengembangan desain sebaiknya menggunakan pensil untuk mewarnai hitam putih atau studio marker untuk berwarna, agar pewarnaan bisa lebih cepat
-          berlatih mewarnai bayangan menggunakan bentuk-bentuk dasar seperti kubus, silinder, bola dan kerucut untuk mengembangkan kemampuan rendering

2.      Non Teknis
-          mengerti tentang prinsip dasar dari gambar perspektif
-          mengerti tentang interior dan elemen-elemennya
-          membiasakan diri untuk melihat ruangan beserta elemennya di sekitar kita
-          mengetahui standar ukuran elemen interior, seperti dimensi kursi, tinggi pintu dan lain-lain, sehingga dapat menampilkan perbandingan ukuran pada gambar; standar ukuran elemen interior dapat dipelajari dari buku Human Dimension, Interior Design References Manual (NCIDQ) , Data Arsitek (Neufert) dan Time Safer Standards for Building Types (Joseph de Chara & John Callenger; 1983)
-          terbiasa melihat berbagai macam bentuk elemen interior, sehingga dapat dengan cepat menggambarkan suatu ruangan beserta furniturnya dengan berbagai macam tekstur material, agar gambar perspektif tidak terlalu monoton; berbagai macam bentuk elemen interior dapat dilihat melalui majalah-majalah desain seperti Interior Design, Architectur Diggest, D+A, dan lain-lain

Daftar Blog Saya